<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Lamb for Brain Comments</title>
	<link>http://dombakambing.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 23:41:42 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: Toto</title>
		<link>http://dombakambing.blogsome.com/2008/02/13/domba-dan-kambing-di-indonesia-potensi-masalah-dan-solusi/#comment-6</link>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 09:20:58 +0100</pubDate>
		<guid>http://dombakambing.blogsome.com/2008/02/13/domba-dan-kambing-di-indonesia-potensi-masalah-dan-solusi/#comment-6</guid>
					<description>Sungguh menarik artikel diatas. Bisa menjadi tambahan ilmu dan masukan buat saya. 
Saat ini saya sedang mencoba untuk menjalankan bisnis peternakan kambing. Namun sejauh ini saya masih melakukannya secara tradisional. Dan saya hanya sebatas investor saja. 
Dalam artian, saya menitipkan kepada orang-orang yang saya percaya untuk dikelola. 
Untuk menjaga tingkat kepercayaan, karena dalam hal ini hanya berdasarkan atas hubungan kepercayaan tanpa ada perjanjian, dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya ditipu atau lain-lain. Saya membagi investasi saya ke beberapa orang, jadi tidak dikelola satu orang tertentu saja. Perlu diketahui sampai saat ini jumlah kambing yang diternak ada sekitar 40 ekor.

Dasar Pemikiran saya mengembangkan usaha ini yang saat ini dibagi ke beberapa(saat ini ada  10 orang), sbb:

1. Memperkaryakan orang di kampung saya dengan membagi ke beberapa orang untuk dikelola. Umumnya orang dikampung saya yang meminta diberikan kambing untuk dirawat. Maaf disini saya belum jelaskan status saya.
Saya kerja dijakarta sebagai programmer komputer perusahaan swasta Card Solution per-bankan, dan kampung saya ada di Bojonegoro Jawa Timur. Dalam artian, sistem bagi hasil ini bisa memberi tambahan penghasilan buat mereka dan menjadi latihan mengelola keuangan saya. Syukur-syukur bisa besar dari usaha ini.

2. Dengan dikelola menjadi beberapa orang tingkat cost rendah, resikonya bisa diminimalkan dengan pengelolaan maksimal. Kenapa disini saya katakan low cost. Argumen saya begini, saya tidak perlu biaya pembuatan kandang, karena umumnya mereka sudah mempunyai kandang. Tidak perlu biaya Makanan karena sifatnya tradisional, cukup diternak di padang rumput yang melimpah di sana. Low Risk karena dipegang beberapa orang, misalkan hal tak diinginkan, misalnya dijual tanpa sepengetahuan saya, bisa segera dilokalisir karena sifat saling menjaga kepercayaan, dan jumlah ternak yang tidak terlalu besar, karena 1 orang memelihara sekitar 4 ekor. Bayangan saya kalo misalnya saya serahkan ke satu orang sebanyak 40-an ekor itu, dan ternyata dikemudian hari misalkan rekanan tersebut bermasalah, tentu resiko rugi yang ditanggung menjadi besar. 

3. Biaya Investasi bisa ditambah sambil jalan, karena modal yang saya keluarkan bersumber pada gaji bulanan dan pendapatan bisnis software sampingan saya. Selain itu saya juga mempunyai kendala dari segi mencari sumber pendanaan misalnya dari bank. Karena termasuk dari keluarga yang biasa saja. Untuk mendapatkan pinjaman ga mungkin, kalo tanpa jaminan.

4. Ada pemikiran untuk mengembangkannya menjadi bisnis ke skala usaha yang lebih besar, karena dari beberapa artikel yang saya baca, kebutuhan daging nasional belum bisa dipenuhi dalam negeri, masih banyak rupiah yang tersedot untuk mengimport daging luar. 

5. Belajar Investasi buat saya! Dan usaha ini merupakan salah satu unit usaha dari group yang ingin saya dirikan. 

Semoga aja berhasil, Amin.....

---------------------------------------------------
Toto,
Princecorp Indonesia. 
Unit Divisi PrinceFarm  </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Sungguh menarik artikel diatas. Bisa menjadi tambahan ilmu dan masukan buat saya.<br />
Saat ini saya sedang mencoba untuk menjalankan bisnis peternakan kambing. Namun sejauh ini saya masih melakukannya secara tradisional. Dan saya hanya sebatas investor saja.<br />
Dalam artian, saya menitipkan kepada orang-orang yang saya percaya untuk dikelola.<br />
Untuk menjaga tingkat kepercayaan, karena dalam hal ini hanya berdasarkan atas hubungan kepercayaan tanpa ada perjanjian, dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya ditipu atau lain-lain. Saya membagi investasi saya ke beberapa orang, jadi tidak dikelola satu orang tertentu saja. Perlu diketahui sampai saat ini jumlah kambing yang diternak ada sekitar 40 ekor.</p>
	<p>Dasar Pemikiran saya mengembangkan usaha ini yang saat ini dibagi ke beberapa(saat ini ada  10 orang), sbb:</p>
	<p>1. Memperkaryakan orang di kampung saya dengan membagi ke beberapa orang untuk dikelola. Umumnya orang dikampung saya yang meminta diberikan kambing untuk dirawat. Maaf disini saya belum jelaskan status saya.<br />
Saya kerja dijakarta sebagai programmer komputer perusahaan swasta Card Solution per-bankan, dan kampung saya ada di Bojonegoro Jawa Timur. Dalam artian, sistem bagi hasil ini bisa memberi tambahan penghasilan buat mereka dan menjadi latihan mengelola keuangan saya. Syukur-syukur bisa besar dari usaha ini.</p>
	<p>2. Dengan dikelola menjadi beberapa orang tingkat cost rendah, resikonya bisa diminimalkan dengan pengelolaan maksimal. Kenapa disini saya katakan low cost. Argumen saya begini, saya tidak perlu biaya pembuatan kandang, karena umumnya mereka sudah mempunyai kandang. Tidak perlu biaya Makanan karena sifatnya tradisional, cukup diternak di padang rumput yang melimpah di sana. Low Risk karena dipegang beberapa orang, misalkan hal tak diinginkan, misalnya dijual tanpa sepengetahuan saya, bisa segera dilokalisir karena sifat saling menjaga kepercayaan, dan jumlah ternak yang tidak terlalu besar, karena 1 orang memelihara sekitar 4 ekor. Bayangan saya kalo misalnya saya serahkan ke satu orang sebanyak 40-an ekor itu, dan ternyata dikemudian hari misalkan rekanan tersebut bermasalah, tentu resiko rugi yang ditanggung menjadi besar. </p>
	<p>3. Biaya Investasi bisa ditambah sambil jalan, karena modal yang saya keluarkan bersumber pada gaji bulanan dan pendapatan bisnis software sampingan saya. Selain itu saya juga mempunyai kendala dari segi mencari sumber pendanaan misalnya dari bank. Karena termasuk dari keluarga yang biasa saja. Untuk mendapatkan pinjaman ga mungkin, kalo tanpa jaminan.</p>
	<p>4. Ada pemikiran untuk mengembangkannya menjadi bisnis ke skala usaha yang lebih besar, karena dari beberapa artikel yang saya baca, kebutuhan daging nasional belum bisa dipenuhi dalam negeri, masih banyak rupiah yang tersedot untuk mengimport daging luar. </p>
	<p>5. Belajar Investasi buat saya! Dan usaha ini merupakan salah satu unit usaha dari group yang ingin saya dirikan. </p>
	<p>Semoga aja berhasil, Amin&#8230;..</p>
	<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Toto,<br />
Princecorp Indonesia.<br />
Unit Divisi PrinceFarm
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Nirwan Setia Dharmadi</title>
		<link>http://dombakambing.blogsome.com/2008/01/08/perkembangan-domba-garut-menjadi-domba-tangkas/#comment-5</link>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 10:25:44 +0100</pubDate>
		<guid>http://dombakambing.blogsome.com/2008/01/08/perkembangan-domba-garut-menjadi-domba-tangkas/#comment-5</guid>
					<description>Assalamualikum wr. wb...
Salam Sejahtera..Kang Deni sumber data-data tentang Budaya Seni Ketangkasan Dombanya bagus! bagaimana memperoleh data2 yang lainnya sebagai bahan penelitian lanjutan mengenai sejarah budayanya?hatur nuhun..</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Assalamualikum wr. wb&#8230;<br />
Salam Sejahtera..Kang Deni sumber data-data tentang Budaya Seni Ketangkasan Dombanya bagus! bagaimana memperoleh data2 yang lainnya sebagai bahan penelitian lanjutan mengenai sejarah budayanya?hatur nuhun..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: meola</title>
		<link>http://dombakambing.blogsome.com/2008/01/08/perkembangan-domba-garut-menjadi-domba-tangkas/#comment-4</link>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 08:33:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://dombakambing.blogsome.com/2008/01/08/perkembangan-domba-garut-menjadi-domba-tangkas/#comment-4</guid>
					<description>klo boleh saya tau, tempat dan alamat untuk ketangkasan/laga domba saat ini dimana?
saya sangat membutuhkan alamat ini karena saya ingin meliput tempat dan seperti apa laga domba itu.terima kasih..</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>klo boleh saya tau, tempat dan alamat untuk ketangkasan/laga domba saat ini dimana?<br />
saya sangat membutuhkan alamat ini karena saya ingin meliput tempat dan seperti apa laga domba itu.terima kasih..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ade djulardi</title>
		<link>http://dombakambing.blogsome.com/2008/01/08/asal-usul-domba-garut/#comment-3</link>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 02:55:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://dombakambing.blogsome.com/2008/01/08/asal-usul-domba-garut/#comment-3</guid>
					<description>kang, kumaha mun domba bisa ngomong. Naha masih keneh daekeun diadu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>kang, kumaha mun domba bisa ngomong. Naha masih keneh daekeun diadu.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Teddy</title>
		<link>http://dombakambing.blogsome.com/2008/01/08/perkembangan-domba-garut-menjadi-domba-tangkas/#comment-2</link>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 02:08:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://dombakambing.blogsome.com/2008/01/08/perkembangan-domba-garut-menjadi-domba-tangkas/#comment-2</guid>
					<description>Artikelnya menarik, dimana saya bisa liat pertunjukkan ketangkasan domba dan apakah ada jadwalnya ? saya tinggal di Bandung.
Trims. </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Artikelnya menarik, dimana saya bisa liat pertunjukkan ketangkasan domba dan apakah ada jadwalnya ? saya tinggal di Bandung.<br />
Trims.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: A.N. Other</title>
		<link>http://dombakambing.blogsome.com/2008/01/07/hello-world/#comment-1</link>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 02:37:01 +0000</pubDate>
		<guid>http://dombakambing.blogsome.com/2008/01/07/hello-world/#comment-1</guid>
					<description>Hi, this is a comment.&lt;br /&gt;To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Hi, this is a comment.<br />To delete a comment, just log in, and view the posts&#8217; comments, there you will have the option to edit or delete them.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
