Lamb for Brain

December 1, 2008

WAGUB JABAR MENGUNJUNGI BAKSIL BANDUNG

Filed under: Umum - dombakambing @ 5:45 am

 

Pagi itu, sejak Pukul 06.00  para peternak dari berbagai kota di wilayah Jawa Barat telah mulai mulai berdatangan ke Babakan Siliwangi (Baksil), pada hari itu Sabtu Tanggal 29 November 2008 merupakan hari pembukaan gelaran Liga Seni Ketangkasan Domba Garut (LSKDG) II.  Kebiasaan peternak datang pada pagi hari setiap gelaran ketangkasan domba merupakan salah satu ciri khas kedisiplinan Peternak domba, hal ini terkait pula dengan kecintaan Peternak yang begitu besar pada domba peliharaannya.  Kedatangan ke pekalangan yang lebih pagi akan memungkinkan Peternak memilih tempat untuk menambatkan dombanya di tempat yang strategis dan teduh, sehingga beberapa saat menjelang ditangkaskan domba akan dapat beristirahat dengan lebih tenang dan nyaman untuk memulihkan kondisi fisiknya.

Pembukaan LSKDG II kali ini dihadiri oleh kurang lebih 420 warga Jawa Barat, terdiri atas para Inohong HPDKI (Himpunan Peternak Domba dan Kambing), baik dari Tingkat Nasional, Jawa Barat, dan  Cabang-cabang, perwakilan dari Unpad, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat dan dari beberapa Kabupaten/kota di lingkup Jawa Barat, perwakilan beberapa instansi pemerintah lain, mahasiswa dari Fakultas Peternakan Unpad, Swasta, dan masyarakat di sekitar Bandung.

Sebelum acara dibuka MC mempersilakan Ketua HPDKI Jabar Ir. H. Yudi Guntara Noor untuk memberikan sambutan, pada kesempatan itu  Kang Yudi menyampaikan berbagai seluk beluk mengenai Domba Garut sebagai plasma nutfah dari Jawa Barat, keberadaan dan peran organisasi profesi HPDKI, pelaksanaan LSKDG, dan tentu saja tidak ketinggalan untuk meminta bantuan pemerintah dalam fasilitasi kepentingan peternak, khususnya menyangkut keberadaan pekalangan termasuk eksistensi pekalangan di Baksil.  Selama ini peternak banyak mengupayakan pekalangan atas inisiatif dan biaya dari para Peternak sendiri, oleh karena itu campur tangan pemerintah ke depan dalam membangun pekalangan sangat diharapkan oleh para peternak.

Setelah sambutan Ketua HPDKI dilanjutkan oleh sambutan Wagub Jabar Bapak Dede Yusuf, dalam sambutanya Kang Dede sangat mengapresiasi keberadaan acara seni ketangkasan Domba Garut, karena melalui acara tersebut dapat terbangun seni budaya khas Jawa Barat, terjalinnya silaturahim para peternak Domba Garut, membuka beberapa peluang ekonomi kerakyatan, terjaganya kestabilan potensi genetik Domba Garut sebagai salah satu plasma nutfah unggul dari Jawa Barat. Dalam sambutannya disampaikan bahwa acara ini telah mengingatkan beliau pada salah satu acara yang digagasnya pada salah satu stasiun TV, Ultimate Fighting Championship (?) sejenis pertarungan bebas para pesilat, karateka, taekwondoin, kung fu, dll.  Disampaikan pula bahwa acara ini merupakan salah satu saluran untuk menyalurkan agresivitas Domba Garut yang memang dikenal sebagai domba paling agresif, bila agresivitas ini tidak disalurkan akan berdampak kurang baik terhadap perkembangak domba. 

Salah satu pesan yang disampaikan oleh Kang Dede diakhir sambutannya adalah (1) Kepada Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat agar dapat meningkatkan populasi domba dan kambing pada tahun depan sebesar 10 persen dari populasi saat ini, pesan ini disampaikan sambil melirik dan tersenyum kepada Kepala Dinas Peternakan Dr. Ir. H. Rachmat Setiadi, MS, (2) Kepada Pengurus HPDKI menitipkan agar dalam setiap penyelenggaraan ketangkasan jangan sampai ada domba yang terluka …….. tah etamah sigana tugas wasit yang kudu lebih jeli di pekalangan,  … siap nya Sit…

Akhirnya setelah berdoa, kegiatan LSKDG resmi dibuka oleh Kang Dede sebagai Wagub Jabar sekaligus sebagai Pelindung HPDKI.

Hatur nuhun Kang Dede kersa silaturahim sareng Peternak domba jeng kana kasumpingana ka BAKSIL …..

Bandung, 29 November 2008

Diposting 1/12/2008

September 12, 2008

DOMBA DAN KAMBING GLONGGONGAN

Filed under: Umum - dombakambing @ 8:30 am

 <!–more–>

Beberapa minggu lagi seluruh umat Islam akan merayakan hari kemenangan, …Hari Raya Iedul Fitri ! pada kesempatan tersebut perdagangan domba dan kambing biasanya berlangsung cukup marak, para peternak dan pedagang domba/daging domba ikut merasakan "marema", mengeluarkan stok domba dan kambing peliharaannya untuk dijual sejak menjelang tibanya Bulan Ramadhan, selama bulan Ramadhan, sampai tibanya lebaran.<!–more–>

Kesempatan yang baik ini tidak saja mendatangkan keuntungan bagi peternak domba dan kambing, tapi menguntungkan pula untuk para pedagang domba/kambing hidup dan pedagang daging domba/kambing di pasar-pasar.  Namun demikian keuntungan yang sepatutnya disyukuri ini, oleh oknum-oknum peternak atau pedagang tertentu sering kali tidak disyukuri, bahkan dijadikan ajang kesempatan untuk memperoleh keuntungan lebih dengan cari yang sangat tidak terpuji.

Oknum peternak dan pedagang yang curang, sering melakukan penyiksaan domba untuk memperbesar keuntungan yang dapat diperoleh dengan cara-cara LICIK dan tidak "dombawi".  Domba peliharaannya yang akan dijual sebelumnya dicekoki garam dan digelontori air secara paksa, dengan harapan akan meningkatkan bobot badan dombanya yang akan dijual.  Seekor domba bisa digelontori air secara paksa antara 3-6 liter per ekor, sehingga domba akan terlihat lebih gemuk dan kembung bahkan kadang-kadang domba sampai ambruk dan tersengal-sengal ….  setelah selesai penggelonggongan domba akan dibawa ke pasar khewan untuk dijual atau dipotong.

Bila kita membeli domba atau daging domba hasil penggelonggongan, tentu saja akan dirugikan karena daging yang dihasilkan akan lebih becek,  lebih cepat rusak, dan susut masak yang tinggi.

Beberapa tips untuk mengetahui daging gelonggongan  yang diperjualbelikan, antara lain :
1. Warna daging terlihat pucat.
2. Daging cenderung basah dan berair.
3. Tekstur daging lembek.
4. Daging akan menetes pada saat digantung, karena itu pula daging glonggongan sering dijual         dengan  digeletakkan tidak digantung.
5. Saat dimasak daging akan sangat menyusut.
6. Daging biasanya tidak di cap. 

Sedangkan daging domba/kambing yang normal biasanya (1) berwarna merah terang, (2) lemak kekuning-kuningan, (3) tekstur daging terasa kenyal, (4) bila digantung tidak meneteskan air, (5) daging biasanya di cap.

Itulah sekelumit daging domba gelonggongan yang perlu dikenali agar kita tidak dirugikan.  Bila anda menemukan daging domba/kambing dengan ciri-ciri seperti tersebut di atas, sebaiknya laporkan ke Dinas Pasar setempat atau ke Dinas Pertanian/Peternakan di wilayah pasar tersebut. 

Menggelonggong domba/kambing merupakan suatu pelanggaran, pelakunya dapat dikenai sanksi pelanggaran Undang-undang Pangan No. 7 Tahun 1996, dengan ancaman pidana lima tahun penjara atau denda Rp. 600 juta. Di samping itu dapat pula dituntut oleh Undang-undang Konsumen N0. 8 Tahun 1999 dengan sangsi pidana lima tahun penjara atau denda Rp 2 milyar……..  Nah lho.

Bentar lagi buka puasa ……… penulis harus segera pamit pulang,  soalnya perjalanan Jatinangor - Bandung sore hari sering kali muuuaaacet !  Selamat berbuka puasa …

 Wassalam,

 

Denie Heriyadi

Diposting Tanggal 12 September 2008 

Selamat Tahun Baru Hijriah 1 Muharam 1430 H & Tahun Baru 1 Januari 2009.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph