Lamb for Brain

September 12, 2008

DOMBA DAN KAMBING GLONGGONGAN

Filed under: Umum - dombakambing @ 8:30 am

 <!–more–>

Beberapa minggu lagi seluruh umat Islam akan merayakan hari kemenangan, …Hari Raya Iedul Fitri ! pada kesempatan tersebut perdagangan domba dan kambing biasanya berlangsung cukup marak, para peternak dan pedagang domba/daging domba ikut merasakan "marema", mengeluarkan stok domba dan kambing peliharaannya untuk dijual sejak menjelang tibanya Bulan Ramadhan, selama bulan Ramadhan, sampai tibanya lebaran.<!–more–>

Kesempatan yang baik ini tidak saja mendatangkan keuntungan bagi peternak domba dan kambing, tapi menguntungkan pula untuk para pedagang domba/kambing hidup dan pedagang daging domba/kambing di pasar-pasar.  Namun demikian keuntungan yang sepatutnya disyukuri ini, oleh oknum-oknum peternak atau pedagang tertentu sering kali tidak disyukuri, bahkan dijadikan ajang kesempatan untuk memperoleh keuntungan lebih dengan cari yang sangat tidak terpuji.

Oknum peternak dan pedagang yang curang, sering melakukan penyiksaan domba untuk memperbesar keuntungan yang dapat diperoleh dengan cara-cara LICIK dan tidak "dombawi".  Domba peliharaannya yang akan dijual sebelumnya dicekoki garam dan digelontori air secara paksa, dengan harapan akan meningkatkan bobot badan dombanya yang akan dijual.  Seekor domba bisa digelontori air secara paksa antara 3-6 liter per ekor, sehingga domba akan terlihat lebih gemuk dan kembung bahkan kadang-kadang domba sampai ambruk dan tersengal-sengal ….  setelah selesai penggelonggongan domba akan dibawa ke pasar khewan untuk dijual atau dipotong.

Bila kita membeli domba atau daging domba hasil penggelonggongan, tentu saja akan dirugikan karena daging yang dihasilkan akan lebih becek,  lebih cepat rusak, dan susut masak yang tinggi.

Beberapa tips untuk mengetahui daging gelonggongan  yang diperjualbelikan, antara lain :
1. Warna daging terlihat pucat.
2. Daging cenderung basah dan berair.
3. Tekstur daging lembek.
4. Daging akan menetes pada saat digantung, karena itu pula daging glonggongan sering dijual         dengan  digeletakkan tidak digantung.
5. Saat dimasak daging akan sangat menyusut.
6. Daging biasanya tidak di cap. 

Sedangkan daging domba/kambing yang normal biasanya (1) berwarna merah terang, (2) lemak kekuning-kuningan, (3) tekstur daging terasa kenyal, (4) bila digantung tidak meneteskan air, (5) daging biasanya di cap.

Itulah sekelumit daging domba gelonggongan yang perlu dikenali agar kita tidak dirugikan.  Bila anda menemukan daging domba/kambing dengan ciri-ciri seperti tersebut di atas, sebaiknya laporkan ke Dinas Pasar setempat atau ke Dinas Pertanian/Peternakan di wilayah pasar tersebut. 

Menggelonggong domba/kambing merupakan suatu pelanggaran, pelakunya dapat dikenai sanksi pelanggaran Undang-undang Pangan No. 7 Tahun 1996, dengan ancaman pidana lima tahun penjara atau denda Rp. 600 juta. Di samping itu dapat pula dituntut oleh Undang-undang Konsumen N0. 8 Tahun 1999 dengan sangsi pidana lima tahun penjara atau denda Rp 2 milyar……..  Nah lho.

Bentar lagi buka puasa ……… penulis harus segera pamit pulang,  soalnya perjalanan Jatinangor - Bandung sore hari sering kali muuuaaacet !  Selamat berbuka puasa …

 Wassalam,

 

Denie Heriyadi

Diposting Tanggal 12 September 2008 

Selamat Tahun Baru Hijriah 1 Muharam 1430 H & Tahun Baru 1 Januari 2009.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph